Khutbah Jumat: Jaga Lisan atau Timbulkan Bahaya untuk Dirimu?

Khutbah Jumat: Jaga Lisan atau Timbulkan Bahaya untuk Dirimu?

Khutbah Jumat: Jaga Lisan atau Timbulkan Bahaya untuk Dirimu?

Khutbah Pertama:

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد

فأوصيكم ونفسي بتقوى الله، فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

قال الله تعالى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ

Maasyiral Muslimin

Dalam kita bersosial dalam masyarakat tentunya banyak ucapan yang terkadang  menyinggung hati orang lain. Tanpa disadari pula mungkin juga kita sering kali menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.

Hanya dengan lisan kita banyak menyakiti hati orang lain, meskipun lidah tidak bertulang, namun dampak yang diakibatkan ucapan kita telah menyakiti banyak orang, mungkin pula telah merusak kepercayaan orang terhadap kita. Oleh karena itu, betapa pentingnya menjaga lisan agar kita tidak menimbulkan hikangnya rasa percaya orang terhadap kita atau bahkan tidak menimbulkan dosa akibat ucapan kita.

Allah Swt berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 70

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar

Dari ayat yang khatib bacakan tadi mengindikasikan bahwa orang yang beriman tentunya akan menjaga lisannya. Dia tidak berbohong, tidak menyebarkan fitnah, tidak mengguncing, tidak menyebarkan kabar bohong, tidak menghina satu sama lainnya.

Dalam surat Qaf ayat 18 Allah menerangkan bahwa setiap ucapan kita akan dicatat oleh malaikat yang selalu mengawasi setiap insan.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).

Inilah pentingnya menjaga lisan, menjaga ucapan agar tidak menimbulkan perpecahan, tidak menyakiti orang lain serta yang terpenting tidak menimbulkan dosa atas apa yang kita ucapkan.

Jaga Lisan! Jangan Sampai Terjerumus Dosa

Bisa kita bayangkan di era perkembangan digital yang pesat ini berapa banyak orang yang menyebarkan kabar yang tidak menyenangkan, menggunjing, menghina orang lain dengan terang benderang diperlihatkan. Kemudian lantas bangga dengan perbuatan kita. Tanpa sedikitpun menyesali atas perbuatan kita. Nauzu billahi min dzalik.

Nabi Saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَأكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ اَفَرَاَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنَّ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُولُ فَقَدِاغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ فَقَدْ بَهَتَهُ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian apa itu ghibah ?” Para sahabat menjawab, “Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. “Beliau berkata, “Ghibah ialah engkau menceritakan hal-hal tentang saudaramu yang tidak dia suka” Ada yang menyahut, “Bagaimana apabila yang saya bicarakan itu benar-benar ada padanya?” Beliau menjawab, “Bila demikian itu berarti kamu telah melakukan ghibah terhadapnya, sedangkan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada padanya, berarti kamu telah berdusta atas dirinya

 

Baca juga: Khutbah Jumat: Tanda-tanda Masih Ada Sifat Munafik dalam Diri

Ghibah (menggunjing) juga perbuatan yang tercela yang ditimbulkan karena lisan. Menyampaikan kabar tentang orang lain yang tidak disukainya, baik tentang kekurangan dan kesalahannya. Ketahuilah sekiranya kabar yang disampaikan itu benar maka ucapan itu menjadi ghibah, sekiranya informasi itu salah maka telah menjadi fitnah untuk orang lain.

Bayangkan sekiranya orang dighibahi tahu bagaimana perasaannya. Tentunya sakit yang ditimbulkan akan lebih dalam daripada luka anggota tubuh lainnya. Akan timbul perpecahan, dendam dan rasa tidak suka.

Nabi Saw bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله ﷺ قال: من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam

Mari sama-sama kita menjaga lisan agar kita tidak terjerumus ke dalam dosa dan senantiasa tidak menimbulkan perpecahan di antara kita. Lebih baik diam daripada menjerumuskan lidah kita dalam dosa dan maksiat.

بارك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآن الكريم وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنّي وَمِنْكُمْ  تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيم

Khutbah 2

الحمد لله رب العالمين، حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى.اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد،

فأوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته وأطيعوه ولا تعصوه.

فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات، والمسلمين والمسلمات، الأحياء منهم والأموات، إنك سميع قريب مجيب الدعوات. واجعل هذا البلد آمناً مطمئناً وسائر بلاد المسلمين. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار، وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم، وأقم الصلاة.

Tagged with:
lisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Khutbah Jumat: Mulia Tidak Mengenal Status Sosial

Khutbah Jumat: Mulia Tidak Mengenal Status Sosial

Kultum: Anak adalah Amanah

Kultum: Anak adalah Amanah

Khutbah Jumat: Tanda-tanda Masih Ada Sifat Munafik dalam Diri

Khutbah Jumat: Tanda-tanda Masih Ada Sifat Munafik dalam Diri

Khutbah Jumat: Berubah atau Menyesal di Kemudian Hari?

Khutbah Jumat: Berubah atau Menyesal di Kemudian Hari?

(Khutbah Jumat) Muharram; Momentum Introspeksi Diri Menuju Pribadi yang lebih baik

(Khutbah Jumat) Muharram; Momentum Introspeksi Diri Menuju Pribadi yang lebih baik

Populer
No popular posts within this time range.